#14 Sebuah Prosa: Kemana Kartu Pos

Taman-mailbox-Rumah-kotak-pos

KEMANA KARTU POS

Masih belum tiba.

Menatap kosongnya kotak merah itu lalu menghela nafas panjang kini jadi caraku tiap memulai hari. Dinginnya udara pagi mengebaskan wajah, membekukan raut kecewa karena hari ini terlalu berharap. Kututup perlahan si kotak pos. Atau setengah dibanting, aku lupa. Yang kuingat cuma secuil gumaman pelan, “Esok pasti tiba. Pasti.”.

Ekspektasi itu candu.

Garis wajahmu pun candu.

Detik ini, aku meregang rindu.

Bandung, 5 Juni 2016

Advertisements

2 thoughts on “#14 Sebuah Prosa: Kemana Kartu Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s