#9 Menyanyikan Ketertarikan

MENYANYIKAN KETERTARIKAN

Kita adalah dua insan di orkestra milik Tuhan
Berharmoni di lagu yang berbeda
Senyum indahmu seakan jadi intro dari kisah
Manisnya interlude di kala masa suram melanda
Sesungguhnya cinta adalah reffrain dari hidup
Senantiasa dinanti dan jadi bagian terbaik
Rasaku padamu bagaikan prima vista, muncul tanpa dinyana
Jika memang senada, bolehkah kita berlagu yang sama?

Auckland, 11 Maret 2015

#8 Anomali

ANOMALI

Tubuhnya menjerit
Minta dilepas sakitnya
Hatinya mengelupas
Dikuliti perlahan sahabatnya
Sudah lama begitu, katanya

Tabung oksigen menyambung detak
Lidah bergerak sajikan pengakuan
Darah sendiri balikkan hati
Yang didapat jauh dari yang diberi

Semalam kami bingung
Hendak kemana mencari jalan
Yang dimau malah terbakar

Sebelum terjadi yang dihindari
Sebuah doa kami ucap:

“Semoga cepat sembuh.”

Auckland, 4 Maret 2015

#7 Jikalau

JIKALAU

Menatap gadis di matanya
Dan kurasakan teduhnya semesta

Melukis gadis di senyumnya
Dan kutemukan mahakarya terindah

Mencintai gadis di hatinya
Dan kujadikan rumah terhangat

Mendampingi gadis di bahagianya
Dan kusaksikan sempurnanya karunia-Mu

Aku suka melangkahย menuju terang.

Auckland, 3 Maret 2015

#6 Merelakan Matahari

MERELAKAN MATAHARI

Jam tiga pagi aku menunggu
Garis terang di cakrawala
Selepas malam yang terlampau gelap
Padahal cahaya itu sama saja

Bulan seakan berikan janji
Pagi nanti kamu mungkin kembali
Terangi hari seorang penyendiri
Atau redup meredam harap

Masih terdiam mendongak ke langit
Dan jika nanti kau bersinar
Aku rela menatapmu hingga buta
Biar tubuhku rasakan hangatmu saja

Auckland, 2 Maret 2015